/*releated post

Puasa dan Sakit

SAKIT bisa disebabkan berbagai macam hal, karena terlalu letih atau bisa jadi karena “terlalu banyak pikiran” atau penyebab lainnya. Bagaimana jika kita sakit saat bulan Ramadhan ?

Ada Rencana Lain YangLebih Indah

KECEWAKAH ketika hidup tak sesuai rencana? Dari pernyataan tersebut pasti akan jawab dengan tegas, jelas kecewa. Wajarlah bila manusia masih memiliki rasa kecewa. Namun rasa itu tak perlu ditanggapi secara berlebihan, mengapa?

Tokoh-tokoh Yahudi Yang Merusak Pemikiran (1)

SUATU ketika dalam diskusi di kantor Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), DR. Adian Husaini salah seorang cendekiawan muslim Indonesia menceritakan lawatannya selama 22 hari di Inggris. Ia menjelaskan

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

/*end related
Tampilkan postingan dengan label Berita Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Dunia. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Agustus 2012

Dua Gempa Kuat Dan 20 Gempa Susulan Mengguncang Iran Timur


Gempa Iran 2012 Agustus
Gempa Iran



islampos.com—DILAPORKAN sekitar 250 orang tewas dan lebih dari 2.000 lainnya terluka dalam dua gempa yang kuat dan gempa susulan berikutnya, yang mengguncang provinsi barat laut Iran Timur, Azarbaijan. Data ini diperoleh dari Direktur Manajemen Krisis Azarbaijan Timur, Khalil Saei.
Pada hari Sabtu, gempa bumi yang mencapai 6,4 skala Richter melanda kota Ahar, dekat ibukota provinsi, Tabriz pada waktu setempat 15:53 (1123 GMT). Gempa melanda 60 kilometer (37 mil) timur laut dari Tabriz pada kedalaman 9,9 kilometer (6,2 mil).
Gempa kedua berukuran 6,3 skala Richter mengguncang Varzaqan dan Haris, yang terletak dekat Ahar, 11 menit kemudian pada kedalaman yang sama. Episentrum gempa adalah 49 kilometer (30 mil) timur laut dari Tabriz.
Dua belas desa di Varzaqan telah hancur akibat gempa dan sekitar 60 lainnya hancur sebagian.
Ribuan orang terpaksa tetap berada di luar rumah karena 20 gempa susulan mengguncang daerah tersebut.
Iran terletak di jalur patahan seismik dan rawan terhadap gempa bumi, mengalami setidaknya satu gempa kecil rata-rata per hari. [hf/islampos/presstv]


Sumber: http://islampos.com/dua-gempa-kuat-dan-20-gempa-susulan-mengguncang-iran-timur/

Minggu, 05 Agustus 2012

Tokoh-Tokoh Yahudi Yang Merusak Pemikiran (2)


Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh? (QS al-Baqarah [2]: 87).

islampos.com—KEBENCIAN kaum Yahudi terhadap umat Islam selalu menjadi sebuah perbincangan serius di dalam Al Qur’an. Allah berkali-kali menjelaskan sifat kaum ini yang sungguh tidak rela ketika Islam tumbuh menjadi agama yang benar. Salah satu misi tersebut kini banyak diemban oleh para orientalis Yahudi. Salahsatunya adalah Abraham Geiger (1810-1874).

Bisa dikata Geiger adalah orang yang pertama kali mengatakan Al Qur’an dipengaruhi agama Yahudi. Anda tahu apa judul essainya hingga kemudian memenangkan kompetisi masuk Universitas Bonn tahun 1832? Sangat provokatif, yakni “Apa Yang Diambil Muhammad Dari Yahudi”. Essai ini langsung diseleksi Professor Georg B. F. Freytag dari Fakultas Oriental Studies, Universitas Bonn. Hasilnya, Geiger menang dan mendapat hadiah dari hasil tulisannya. Padahal, saat itu usianya baru 22 tahun

Setahun kemudian essai tersebut lantas diterbitkan  dengan judul “Was hat Mohammed aus dem Judenthume aufgenommen?”. Seperti dikuti dari buku Adnin Armas, Metodeologi Bibel dalam Studi Qur’an, (dalam tulisannya) Geiger menuding kosa kata Ibrani memiliki pengaruh signifikan. Geiger mengutip sebagian kata dalam Al Qur’an yang identik dengan Ibrani seperti Tabut, Taurat, Jannatu ‘And, Jahannam, Ahbar, darasa, Rabani, Sabt, Thaghut, Furqan, Ma’un, Mathani, Malakut. Geiger juga berpendapat Qur’an  terpengaruh ketika mengemukakan, (a) hal-hal yang menyangkut keimanan dan doktrin (b) peraturan-peraturan hukum dan moral dan (c) pandangan tentang kehidupan. Selain itu, Geiger berpendapat cerita-cerita yang ada di dalam Al Qur’an pun tidak lepas dari agama Yahudi.

Senada dengan Geiger, seorang Yahudi lainnya bernama Joseph Horovitz juga menulis dua buah tulisan untuk menyatakan peran Bahasa Yahudi dibalik redaksi Qur’an, yakni sebuah buku berjudul Das koranische Untersuchungen (1923) dan sebuah artikel bertuliskan Jewish Proper Names and Derivatives in the Koran (1925).

Pandangan Geiger ini kemudian diikuti oleh banyak sarjana lainnya, seperti Günther Luling dan Christoph Luxemberg. Karya terbaru yang menghimpun beberapa hasil kajian historis-kritis ala Geiger ini adalah buku yang diedit oleh Tilman Nagel, yaitu Der Koran und sein religiöses und kulturelles Umfeld (2010).

Pesan yang ingin Geiger sampaikan adalah bahwa Qur’an bukanlah sebuah kitab yang suci dan menuding bahwa pada dasarnya Nabi Muhammad bukanlah seorang yang ummi. Pandangan ini banyak ditekankan oleh Geiger.

Hartwig Hirschfeld (1854-1934), seorang Yahudi Jerrnan kelahiran Prussia, juga memfokuskan betapa pentingnya melacak kosa kata asing (Fremdworter) Al-Qur’an. Hirschfeld, yang mendapat gelar doktor ketika berusia 24 tahun, menulis disertasi doktoralnya dengan judul Judische Elemente im Koran. Ein Beitrag zur Koranforschung, Berlin 1878 (Elemen-elemen Yahudi dalam Al-Qur’an. Sebuah Sumbangan untuk Penelitian Al-Qur’an). Delapan tahun kemudian, Hirshfeld menulis Beitrage zur Erklarung des Koran, Leipzig 1886 (Sumbangan untuk Tafsir Al-Qur’an). Ia juga menulis New Researches into the Composition and Exegesis of the Qoran, London, 1901 (Penelitian-penelitian Baru dalam Penulisan dan Tafsir Al-Qur’an).

Menurut Hirshfeld, Muhammad bisa membaca dan menulis. Dalam pandangan Hirshfeld, Muhammad mengetahui aksara Ibrani tatkala berkunjung ke Syiria. Selain itu, fakta menunjukkan Muhammad bisa menulis ketika di Medinah. Sulit dipercaya, tegas Hirshfeld, jika Muhammad tidak bisa menulis ketika ia berusia di atas 50 tahun. Selain itu, Hirshfeld berpendapat banyaknya nama-nama dan kata-kata yang di­ungkapkan di dalam Al-Qur’an menunjukkan Muhammad salah membaca catatan-catatannya yang dibuat dengan tangan yang tidak memiliki skill (The disfigurement of many Biblical narnes and words mentioned in the Qur’an is due to misreadings in his own notes rnade with unskillful hand).

Pernyataan Geiger, Horovitz dan Hirschfeld sudah jauh-jauh hari dipatahkan Al Qur’an itu sendiri. Allah SWT dalam surat Al Fushilat ayat 44 berfirman,  “Dan jika Kami jadikan Al Qur’an itu suatu bacaan dalam selain bahasa Arab tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?”.  Apakah (patut Al Qur’an) dalam bahasa asing, sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: “Al Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.”

Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan bahwa Al Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab karena ia  adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas dan maknanya lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusia. Oleh karena itu, kitab yang paling mulia (yaitu Al-Qur’an) diturunkan kepada Rasul yang paling mulia (yaitu Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam) dengan bahasa yang paling mulia (yaitu bahasa arab), melalui perantara malaikat yang paling mulia (yaitu malaikat Jibril), ditambah kitab inipun diturunkan pada dataran yang paling mulia di atas muka bumi (yaitu tanah Arab), serta awal turunnya pun pada bulan yang paling mulia (yaitu Ramadhan), sehingga Al-Qur’an menjadi sempurna dari segala sisi.”

Abu Ubayd menjelaskan sekalipun asal muasal kosakata Qur’an bersinggungan dengan bahasa Asing, tidak serta merta bahwa Al Qur’an berasal dari bahasa lain, karena kosakata asing tersebut sudah terarabkan dan memiliki makna tersendiri. Allah, dalam konsep pra-Islam, berbeda dengan Allah dalam konteks agama Islam. “Ini disebabkan Islam membawa makna baru. Islam telah meluruskan, mengIslamkan ajaran yang salah dari jahiliyah, agama Yahudi dan Kristen,” tegas Prof Mohd Nor Wan Daud dalam bukunya The Educational Philosophy.

Hal senada juga dikatakan oleh Syed Naquib Al Attas. Dalam bukunya, The Concept Education in Islam, pendekar Ilmu dari Melayu ini mengatakan bahwa Islamisasi yang dilakukan Rasulullah SAW dengan tanda turunnya wahyu menjadikan bahasa sebagai media yang sangat penting. Bahwa hal pertama yang dilakukan al-Qur’an adalah merombak struktur semantik konsep-konsep kunci dalam bahasa Arab Pra Islam dan memberinya makna baru seperti kata Allah, Haji, maupun nikah. Itulah yang membedakan Al Qur’an dan kitab suci lainnya.

Karenanya, seperti dikatakan Sayyid Quthb  dalam bukunya Indahnya Al Qur’an Berkisah,
menjelaskan mengapa sebagai sebuah kitab suci, al-Qur’an dapat melumpuhkan bangsa Arab. Pakar sastra ini berkesimpulan rupanya al-Qur’an tidak saja kaya dengan susunan redaksinya, tapi juga mengikat beberapa ayat dengan unsur tasyri (penetapan hukum) yang dirasa adil, detail, dan amat tepat digunakan dalam setiap zaman. Yang ini tidak akan mungkin mencoba diselarsakan dalam konteks bahasa Ibrani dengan menjadikan agama Yahudi sebagai induknya. Karenanya, tuduhan dari Geiger, Horovitz dan Hirshfeld bahwa Al Qur’an menjiplak kata-kata dalam Yahudi menjadi gugur dengan sendirinya. (Pizaro/Bersambung)

Sumber: islampos.com

Jumat, 03 Agustus 2012

14 Pengungsi Rohingya Tiba Di Kupang


islampos.com—KANTOR Imigrasi Kupang, Nusa Tenggara Timur, menerima 14 imigran Rohingya, Myanmar. Para imigran itu terdiri dari 10 laki-laki dewasa, dua orang wanita, dan dua balita perempuan yang berumur tiga bulan dan 1,4 tahun.
“Mereka ditangkap dinihari tadi di Hotel Rahma,” kata Kepala Imigrasi Kupang, Silvester Sililaba, kepada Tempo, pada hari Jumat (3/8/2012).
Menurut Silvester, belasan imigran itu berangkat dari Medan, Sumatera Utara, mengunakan pesawat Lion Air menuju Kupang untuk selanjutnya akan melanjutkan perjalanan ke Australia. Mereka hendak mencari suaka di Negeri Kanguru tersebut. “Tujuan akhir mereka adalah Australia untuk mencari penghidupan yang lebih baik,” katanya.
Mereka diamankan karena tidak memiliki dokumen administrasi, seperti paspor dan visa. Namun para pengungsi memiliki kartu UNHCR. Untuk sementara, pihak imigrasi Kupang menampung para pengungsi itu di kantor imigrasi karena rumah detensi imigrasi sudah kelebihan kapasitas. “Sementara mereka ditampung di sini,” katanya.
Salah satu imigran Rohingya, Muhamad Toyib (27), mengatakan mereka berangkat dari Medan menuju Kupang karena dijanjikan agen akan diberangkatkan ke Australia. “Kami di hotel menunggu kapal yang akan mengantar ke Australia,” katanya.
Menurut dia, mereka sudah membayar agen tersebut sebesar Rp 10 juta per orang. Malangnya agen itu kabur sehingga saat ini mereka tidak lagi memiliki uang. “Kami tetap akan melakukan perjalanan ke Australia, walaupun tanpa uang,” katanya.
Mereka menolak kembali ke negaranya karena sedang terjadi gejolak politik di sana. Apalagi, kata dia, tidak ada penghidupan yang layak di Myanmar. “Kalau kami bertahan, kami akan mati juga seperti saudara-saudara kami di sana,” katanya. [hf/islampos/tempo]



Sumber: islampos.com

Ramadhan, Rakyat Palestina Hidup Menderita Di Kamp-Kamp Pengungsian


islampos.com—SAAT ini, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) satu dari setiap empat pengungsi di dunia adalah Palestina—masalah yang saat ini telah menjadi hal yang sangat krusial di Timur Tengah.

Dilaporkan ada 780.000 rakyat Palestina yang tinggal di 19 kamp pengungsian di wilayah Tepi Barat, mereka saat ini menjalani puasa Ramadhan dalam keadaan yang benar-benar memprihatinkan—pengangguran, kemiskinan dan tentunya kelaparan.

Namun rakyat Palestina di kamp-kamp pengungsian mencoba bertahan hidup dengan bantuan makan gratis yang didistribusikan oleh United Nations Relief dan Pekerjaan Badan (UNRWA).

Berbicara kepada Badan Anadolu (AA), Direktur UNRWA di Yerusalem, Ilona Kassissieh mengatakan bahwa “64 tahun sudah rakyat Palestina kini berada di kamp-kamp pengungsian terhitung sejak tahun 1948″.

“Sudah ada empat generasi di kamp pengungsian dan tidak tahu kapan situasi ini akan berakhir.. ” tegas Kassissieh.

Dan PBB telah menghabiskan 74 juta USD untuk kamp-kamp pengungsian di Tepi Barat setiap tahunnya. Selain dari 19 kamp pengungsi di Israel, wilayah Tepi Barat yang diduduki, sementara ada kamp-kamp pengungsi 8 di Jalur Gaza yang terkepung. Diluar itu,  ada 2,5 juta pengungsi Palestina yang tinggal di Lebanon, Suriah dan Yordania. [nr/islampos/worldbulletin]

Sumber: Islampos.com

Pemerintah Cina Melarang Muslim Uighur Untuk Berpuasa


islampos.com—LARANGAN baru pemerintah Cina pada bulan Ramadhan kali ini cukup mencekik kaum Muslim. Pasalnya Muslim yang berada di wilayah barat laut Xinjiang ini dilarang berpuasa selama bulan Ramadhan.

“Komite daerah telah mengeluarkan kebijakan komprehensif untuk menjaga stabilitas sosial selama periode Ramadhan,” demikian pernyataan dari Zonglang, kota mandiri di wilayah Xinjiang Kashgar yang dikutip oleh Agence Perancis-Presse (AFP) pada hari Rabu (1/8/2012).

“Larangan ini berlaku untuk kader Partai Komunis, pejabat sipil (termasuk mereka yang sudah pensiun) dan siswa. Larangan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan Ramadhan.”

Pernyataan ini, diposting di situs web pemerintah Xinjiang, mendesak para pemimpin partai untuk membawa “hadiah” berupa makanan untuk para pemimpin desa setempat. Untuk  memastikan mereka makan selama bulan Ramadhan.

Perintah serupa juga diposting di website lain milik pemerintah daerah.

Sebuah pernyataan yang dimuat di situs biro pendidikan Wensu, meminta sekolah untuk memastikan siswanya tidak masuk masjid selama bulan Ramadhan. [hf/islampos/onislam]


Sumber: islampos.com