/*releated post

Puasa dan Sakit

SAKIT bisa disebabkan berbagai macam hal, karena terlalu letih atau bisa jadi karena “terlalu banyak pikiran” atau penyebab lainnya. Bagaimana jika kita sakit saat bulan Ramadhan ?

Ada Rencana Lain YangLebih Indah

KECEWAKAH ketika hidup tak sesuai rencana? Dari pernyataan tersebut pasti akan jawab dengan tegas, jelas kecewa. Wajarlah bila manusia masih memiliki rasa kecewa. Namun rasa itu tak perlu ditanggapi secara berlebihan, mengapa?

Tokoh-tokoh Yahudi Yang Merusak Pemikiran (1)

SUATU ketika dalam diskusi di kantor Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), DR. Adian Husaini salah seorang cendekiawan muslim Indonesia menceritakan lawatannya selama 22 hari di Inggris. Ia menjelaskan

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

/*end related
Tampilkan postingan dengan label Berita Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Nasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Agustus 2012

Keluarga Lumpuh


Keluarga Lumpuh
islampos.com—BAYANGKAN kalau semua anak Anda menderita lumpuh. Tentu, Anda akan sangat bingung dengan masa depan mereka. Di Purwakarta, ada seorang ibu yang bukan hanya empat anaknya yang lumpuh. Melainkan juga, suami yang menjadi tulang punggung keluarga. Allahu Akbar.
Hal itulah yang kini dialami seorang ibu usia 70 tahun. Namanya Atikah. Di rumahnya yang sederhana, ia dan keluarga lebih banyak berbaring daripada beraktivitas layaknya keluarga besar.
Mak Atikah bersyukur bisa menikah dengan seorang suami yang alhamdulillah baik dan rajin. Walau hanya sebagai pencari rumput, Mak Atikah begitu menghargai pekerjaan yang dilakoni suaminya. Bahkan, tidak jarang, ia membantu sang suami ikut mencari rumput.
Beberapa bulan setelah menikah, tepatnya di tahun 1957, Allah mengaruniai Mak Atikah dengan seorang putera. Ia dan suami begitu bahagia. Ia kasih nama sang putera tercinta dengan nama Entang.
Awalnya, Entang tumbuh normal. Biasa-biasa saja layaknya anak-anak lain. Baru terasa beda ketika anak sulung itu berusia 10 tahun.
Waktu itu, Entang sakit panas. Bagi Mak Atikah dan suami, anak sakit panas sudah menjadi hal biasa. Apalagi tinggal di daerah pedesaan yang jauh dari pelayanan medis. Entang pun dibiarkan sakit panas tanpa obat.
Panas yang diderita sang anak ternyata kian hebat. Tiba-tiba, Entang merasakan kalau kakinya tidak bisa digerakkan. Setelah dicoba beberapa kali, kaki Entang memang benar-benar lumpuh.
Musibah ini ternyata tidak berhenti hanya di si sulung. Tiga adik Entang pun punya gejala sakit yang sama dengan sang kakak. Dan semuanya sakit di usia SD atau kira-kira antara 7 sampai 10 tahun. Satu per satu, anak-anak Mak Atikah menderita lumpuh.
Usut punya usut, ternyata anak-anak yang tinggal di Desa Cileunca, Kecamatan Bojong, Purwakarta itu sebagian besar terserang penyakit polio. Tapi, semuanya sudah serba terlambat. Lagi pula, apa yang bisa dilakukan Mak Atikah dengan suami yang hanya seorang pencari rumput.
Sejak itu, Mak Atikah mengurus empat anaknya sekaligus seorang diri. Dengan sarana hidup yang begitu sederhana, bahkan sangat kekurangan, keluarga ini mengarungi hidup puluhan tahun dengan kesibukan anak-anak yang lumpuh.
Ujian Allah buat Mak Atikah ternyata tidak berhenti sampai di situ. Di tahun 90-an, giliran suami Bu Atikah yang mengalami musibah. Saat mencari rumput, Pak Didin terjatuh. Orang-orang sekitar pun menggotong Pak Didin pulang. Dan sejak itu, Pak Didin tidak bisa lagi menggerakkan kaki dan tangannya. Ia cuma bisa berbaring.
Lalu, bagaimana dengan pemasukan keluarga kalau sang suami tidak lagi bisa berkerja. Bu Atikah pun tidak mau diam. Kalau selama ini ia hanya bisa mengurus anak-anak di rumah, sejak itu, ibu yang waktu itu berusia hampir enam puluh tahun pun menggantikan sang suami dengan pekerjaan yang sama. Di usianya yang begitu lanjut, Bu Atikah mengais rezeki dengan mencari rumput.
Sehari-hari, ia berangkat pagi menuju tanah-tanah kosong yang dipenuhi rumput. Ia kumpulkan rumput-rumput itu dengan sebilah arit, kemudian dibawa ke pemesan. Tidak sampai sepuluh ribu rupiah ia kumpulkan per hari dari mencari rumput. Dan itu, ia gunakan untuk mengepulkan asap dapur rumahnya. Hanya sekadar menyambung hidup.
Di bulan Mei tahun 2010, sang suami yang hanya bisa berbaring dipanggil Allah untuk selamanya. Disusul kemudian oleh Entang, setahun kemudian. Kini, tinggal Mak Atikah yang mengurus ketiga anaknya yang tidak juga sembuh dari lumpuh.
Allah menguji hambaNya dengan sesuatu yang mungkin sulit untuk dicerna pikiran orang lain. Subhanallah. [saad/islampos/mnh]

Sumber: islampos.com


Habib Selon FPI: ‘Solmed Itu Artis Atau Ustadz? Solmed Jangan Mencoreng Nama Ustadz Atau Islam!’

Ustad Solmed

KETUA DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Habib Salim Bin Umar Al Attos atau biasa dipanggil Habib Selon mengatakan kepada itoday (06/8/2012) bahwa, “Ada sejumlah ustadz di televisi yang banyak guyonannnya, tetapi tidak ada isinya untuk mengajak kebaikan. Ini artis atau ustadz? Ini justru akan merusak Islam. Mereka hanya demi motivasi uang saja, tidak ada niat untuk syiar Islam.”
Habib Selon menyatakan ada beberapa ustadz yang tampil cukup bagus di televisi. Hanya saja, justru yang diminati ustadz yang tidak memiliki visi Islam dalam menyampaikan dakwah. “Mereka hanya bergaya saja, tidak ada isi yang disampaikan. Bahkan kadang-kadang perilakunya itu tidak mencerminkan ustadz,” kata Habib Selon.
Secara khusus Habib Selon mengkritik penampilan Ustadz Soleh Mahmoed atau Ustadz Solmed yang sempat mendapat teguran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). “Solmed itu artis atau ustadz? Solmed jangan mencoreng nama ustadz atau Islam!” tegas Habib Selon.
Seperti yang diketahui, Ustadz Solmed dan Ust Tauffiqurrahman dinilai melanggar kesopanan dan norma tayangan.
Komisioner KPI Nina Mutmainnah Armando, di Kantor Kemenkominfo, Senin (06/8/2012), menyatakan, ada ustadz yang bisa disebut kebablasan karena ikut bercanda melecehkan.
Pada tayangan live Inbox 20 Juli 2012, Solmed melemparkan banyolan yang merendahkan komedian Narji Cagur. “Jadi, kalau iblis diciptakan untuk menggoda manusia, begitulah takdir Narji diciptakan untuk dicaci-maki manusia,” ucap Solmed.
Sementara Taufiqurrahman pada acara Inbox 24 Juli 2012 mengeluarkan banyolan pantun yang tidak sepantasnya. Taufiqurrahman mengatakan, ” Ada panci dari Cibelati, sesame banci jangan saling menyakiti.” [islampos/fm/itoday]

Sumber: islampos.com