Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Senin, 13 Agustus 2012
Keluarga Lumpuh
islampos.com—BAYANGKAN
kalau semua anak Anda menderita lumpuh. Tentu, Anda akan sangat bingung
dengan masa depan mereka. Di Purwakarta, ada seorang ibu yang bukan
hanya empat anaknya yang lumpuh. Melainkan juga, suami yang menjadi
tulang punggung keluarga. Allahu Akbar.
Hal itulah yang kini dialami seorang ibu usia 70 tahun. Namanya
Atikah. Di rumahnya yang sederhana, ia dan keluarga lebih banyak
berbaring daripada beraktivitas layaknya keluarga besar.
Mak Atikah bersyukur bisa menikah dengan seorang suami yang
alhamdulillah baik dan rajin. Walau hanya sebagai pencari rumput, Mak
Atikah begitu menghargai pekerjaan yang dilakoni suaminya. Bahkan, tidak
jarang, ia membantu sang suami ikut mencari rumput.
Beberapa bulan setelah menikah, tepatnya di tahun 1957, Allah
mengaruniai Mak Atikah dengan seorang putera. Ia dan suami begitu
bahagia. Ia kasih nama sang putera tercinta dengan nama Entang.
Awalnya, Entang tumbuh normal. Biasa-biasa saja layaknya anak-anak
lain. Baru terasa beda ketika anak sulung itu berusia 10 tahun.
Waktu itu, Entang sakit panas. Bagi Mak Atikah dan suami, anak sakit
panas sudah menjadi hal biasa. Apalagi tinggal di daerah pedesaan yang
jauh dari pelayanan medis. Entang pun dibiarkan sakit panas tanpa obat.
Panas yang diderita sang anak ternyata kian hebat. Tiba-tiba, Entang
merasakan kalau kakinya tidak bisa digerakkan. Setelah dicoba beberapa
kali, kaki Entang memang benar-benar lumpuh.
Musibah ini ternyata tidak berhenti hanya di si sulung. Tiga adik
Entang pun punya gejala sakit yang sama dengan sang kakak. Dan semuanya
sakit di usia SD atau kira-kira antara 7 sampai 10 tahun. Satu per satu,
anak-anak Mak Atikah menderita lumpuh.
Usut punya usut, ternyata anak-anak yang tinggal di Desa Cileunca,
Kecamatan Bojong, Purwakarta itu sebagian besar terserang penyakit
polio. Tapi, semuanya sudah serba terlambat. Lagi pula, apa yang bisa
dilakukan Mak Atikah dengan suami yang hanya seorang pencari rumput.
Sejak itu, Mak Atikah mengurus empat anaknya sekaligus seorang diri.
Dengan sarana hidup yang begitu sederhana, bahkan sangat kekurangan,
keluarga ini mengarungi hidup puluhan tahun dengan kesibukan anak-anak
yang lumpuh.
Ujian Allah buat Mak Atikah ternyata tidak berhenti sampai di situ.
Di tahun 90-an, giliran suami Bu Atikah yang mengalami musibah. Saat
mencari rumput, Pak Didin terjatuh. Orang-orang sekitar pun menggotong
Pak Didin pulang. Dan sejak itu, Pak Didin tidak bisa lagi menggerakkan
kaki dan tangannya. Ia cuma bisa berbaring.
Lalu, bagaimana dengan pemasukan keluarga kalau sang suami tidak lagi
bisa berkerja. Bu Atikah pun tidak mau diam. Kalau selama ini ia hanya
bisa mengurus anak-anak di rumah, sejak itu, ibu yang waktu itu berusia
hampir enam puluh tahun pun menggantikan sang suami dengan pekerjaan
yang sama. Di usianya yang begitu lanjut, Bu Atikah mengais rezeki
dengan mencari rumput.
Sehari-hari, ia berangkat pagi menuju tanah-tanah kosong yang
dipenuhi rumput. Ia kumpulkan rumput-rumput itu dengan sebilah arit,
kemudian dibawa ke pemesan. Tidak sampai sepuluh ribu rupiah ia
kumpulkan per hari dari mencari rumput. Dan itu, ia gunakan untuk
mengepulkan asap dapur rumahnya. Hanya sekadar menyambung hidup.
Di bulan Mei tahun 2010, sang suami yang hanya bisa berbaring
dipanggil Allah untuk selamanya. Disusul kemudian oleh Entang, setahun
kemudian. Kini, tinggal Mak Atikah yang mengurus ketiga anaknya yang
tidak juga sembuh dari lumpuh.
Allah menguji hambaNya dengan sesuatu yang mungkin sulit untuk dicerna pikiran orang lain. Subhanallah. [saad/islampos/mnh]
Sumber: islampos.com
Habib Selon FPI: ‘Solmed Itu Artis Atau Ustadz? Solmed Jangan Mencoreng Nama Ustadz Atau Islam!’
| Ustad Solmed |
KETUA DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Habib Salim Bin Umar Al Attos atau biasa dipanggil Habib Selon mengatakan kepada itoday (06/8/2012) bahwa, “Ada sejumlah ustadz di televisi yang banyak guyonannnya, tetapi tidak ada isinya untuk mengajak kebaikan. Ini artis atau ustadz? Ini justru akan merusak Islam. Mereka hanya demi motivasi uang saja, tidak ada niat untuk syiar Islam.”
Habib Selon menyatakan ada beberapa ustadz yang tampil cukup bagus di televisi. Hanya saja, justru yang diminati ustadz yang tidak memiliki visi Islam dalam menyampaikan dakwah. “Mereka hanya bergaya saja, tidak ada isi yang disampaikan. Bahkan kadang-kadang perilakunya itu tidak mencerminkan ustadz,” kata Habib Selon.
Secara khusus Habib Selon mengkritik penampilan Ustadz Soleh Mahmoed atau Ustadz Solmed yang sempat mendapat teguran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). “Solmed itu artis atau ustadz? Solmed jangan mencoreng nama ustadz atau Islam!” tegas Habib Selon.
Seperti yang diketahui, Ustadz Solmed dan Ust Tauffiqurrahman dinilai melanggar kesopanan dan norma tayangan.
Komisioner KPI Nina Mutmainnah Armando, di Kantor Kemenkominfo, Senin (06/8/2012), menyatakan, ada ustadz yang bisa disebut kebablasan karena ikut bercanda melecehkan.
Pada tayangan live Inbox 20 Juli 2012, Solmed melemparkan banyolan yang merendahkan komedian Narji Cagur. “Jadi, kalau iblis diciptakan untuk menggoda manusia, begitulah takdir Narji diciptakan untuk dicaci-maki manusia,” ucap Solmed.
Sementara Taufiqurrahman pada acara Inbox 24 Juli 2012 mengeluarkan banyolan pantun yang tidak sepantasnya. Taufiqurrahman mengatakan, ” Ada panci dari Cibelati, sesame banci jangan saling menyakiti.” [islampos/fm/itoday]
Sumber: islampos.com







