/*releated post

Puasa dan Sakit

SAKIT bisa disebabkan berbagai macam hal, karena terlalu letih atau bisa jadi karena “terlalu banyak pikiran” atau penyebab lainnya. Bagaimana jika kita sakit saat bulan Ramadhan ?

Ada Rencana Lain YangLebih Indah

KECEWAKAH ketika hidup tak sesuai rencana? Dari pernyataan tersebut pasti akan jawab dengan tegas, jelas kecewa. Wajarlah bila manusia masih memiliki rasa kecewa. Namun rasa itu tak perlu ditanggapi secara berlebihan, mengapa?

Tokoh-tokoh Yahudi Yang Merusak Pemikiran (1)

SUATU ketika dalam diskusi di kantor Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), DR. Adian Husaini salah seorang cendekiawan muslim Indonesia menceritakan lawatannya selama 22 hari di Inggris. Ia menjelaskan

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

/*end related
Tampilkan postingan dengan label Sahur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sahur. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Agustus 2012

Beginilah Warga Khasmir Membangunkan Orang-Orang Untuk Sahur


islampos.com—SEBELUM fajar dan orang-orang bangun, cepat-cepat ia bergegas mengambil peralatannya. Gang-gang gelap dan jalan-jalan sempit adalah hal biasa baginya. Ya, Abdul Ahad Khabar dengan relanya membangunkan sahur warga Kashmirdengan gendang milikinya.

“13 tahun sudah saya melakukan ini, tidak lain hanya karena Allah,” kata Abdul kepada onislam.net pada Rabu kemarin (1/8/2012)

Abdul Ahad adalah salah satu dari banyak warga Kashmir, yang dijuluki sehar Khan—orang-orang yang sejak lama, selama berabad-abad memelihara tradisi ini, membangunkan sahur selama ramadhan dengan menabuh gendang.

Tradisi ini sempat terhenti sejak konflik yang melanda warga Khasmir. Selama bertahun-tahun, warga Khasmir tidak lagi mendengar suara gendang, sebab sejak konflik menyeruat peluru bagi mereka adalah teror yang mematikan. Dan selama bertahun-tahun, warga Khasmir tidak lagi mendengar suara gendang lagi ketika sahur.

Namun setelah konflik telah mereda mereka kembali meneruskan tradisi pukul gendang ini selama ramadhan.

“Saya ingat betul ketika belum ada jam tangan, ini adalah satu-satunya cara kita mengetahui waktu sahur,” kata warga Hajra Begum.

“Bahkan orang-orang saat ini sangat bergantung dengan suara gendang itu, baik di kota maupun di desa.”

Walau kekerasan masih menjadi teror bagi warga khasmir, namun saat ini tidak lebih mengerikan ketika awal tahun 90-an. Tidak ada rasa takut seperti sebelumnya ketika warga Khasmir menjalankan tradisi ini ketika waktu sahur tiba. [nr/islampos/onislam]

Sumber: Islampos.com